KesehatanKutai TimurTerkini

Tekan Penyebaran HIV, PT Pama Gelar Sosialisasi HIV/AIDS di SMAN 1 Bengalon

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, Kutai Timur – Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bengalon, PT Pamapersada Nusantara tentunya memiliki tanggung jawab serta peran aktif dalam memberdayakan individu, kelompok atau komunitas masyarakat.
Tepat pada peringatan Hari HIV/AIDS sedunia PT Pamapersada Nusantara menggelar sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS khususnya bagi anak pelajar di SMA Negeri 1 Bengalon. Kamis, (1/12).

Sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS
ini merupakan salah satu upaya PT Pamapersada Nusantara area KPC dalam mengembangkan, memberdayakan serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Dengan menghadirkan narasumber dokter perusahaan. pemateri ini langsung mensosialisasikan penanggulangan HIV/AIDS kepada para peserta didik di SMAN 1 Bengalon.

Rosihan mengungkapkan, berdasarkan data komulatif Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kutim menghimpun sejak 2006-2022 tercatat ada 821 kasus yang terdeteksi positif HIV/AIDS. Itu artinya sepanjang 16 tahun sejak penemuan kasus pertama tiap tahunnya kasus ini kian meningkat.

“Fungsi dan tujuan dari sosialisasi bukan hanya memberikan pemahaman bahaya HIV/AIDS. Namun juga untuk menghilangkan stigma negatif kepada Orang Dengan HIV –AIDS (ODHA),” ungkapnya.

Dijelaskannya, ia pun bagaimana cara penularan dan pencegahan HIV/AIDS dalam kehidupan sehari-hari. Rosihan mengimbau agar para peserta dapat menghindari hal-hal yang dapat memicu penularan dan bagaimana cara memperlakukan ODHA.

“Kita jelaskan bagaimana cara penularannya, jangan bergonta ganti pasangan, jangan memakai narkoba (jarum suntik bergantian). Perlu juga diingat bahwa air liur tidak dapat menularkan virus ini, dan penularannya pun tidak semudah itu,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia. Jika ada dilingkungan keluarga yang menjadi ODHA, lantas bagaimana cara memperlakukannya ?. Rosihan mengatakan, memperlakukan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tanpa stigma, selayaknya berinteraksi dengan orang lain pada umumnya, secara tidak langsung membantu pencegahan penularan HIV/AIDS.

Ditegaskannya, HIV/AIDS tidak akan tertular lewat kontak sosial seperti bersalaman, mencium pipi hingga makan dan minum bersama. Selain itu, tidak ada ciri-ciri menonjol bila seseorang terinfeksi HIV/AIDS karena kerap kali tanda itu baru terlihat berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun kemudian.

“Gejalanya tidak terlihat, kebanyakan itu sudah tahunan baru muncul tanda seperti badan semakin kurus, imun atau kekebalan tubuh menurun, kelelahan, berkeringat pada malam hari, infeksi berulang, batuk kering, muncul ruam pada kulit, dan sariawan,” tegasnya.

Kendati demikian, bila ditemukan tanda-tanda seperti itu ia menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, idealnya tiga bulan hingga enam bulan sekali, untuk mengetahui apakah tubuh bebas dari virus HIV. Setelah adanya obat ARV untuk ODHA, HIV/AIDS yang dulu dicap sebagai penyakit mematikan ini dianggap jadi penyakit kronis yang bisa dikontrol selama mengonsumsi obat secara rutin dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih.(jk)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button