PemerintahanTerkini

Menteri Desa Bahas Strategi Penguatan Desa Sawit Bersama DPP ADeSI

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) RI, Yandri Susanto, menerima audiensi pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Desa Sawit Indonesia (DPP ADeSI) di Gedung Sasana Manggala Praja, Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Pertemuan ini bertujuan mendiskusikan langkah strategis untuk memperkuat peran desa sebagai pusat pembangunan yang mandiri, terutama di sektor perkebunan sawit.

Audiensi tersebut juga dihadiri Staf Khusus Menteri Yahdil Harahap dan Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan PDT, M. Fachri. Dalam pertemuan, Ketua Umum DPP ADeSI, Zeky Hamzah, yang juga Kepala Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, memaparkan tujuan pembentukan ADeSI.

“ADeSI dibentuk untuk memperkuat pengembangan potensi pembangunan desa berbasis sawit. Selain itu, organisasi ini menjadi wadah mengurai persoalan desa-desa sawit, seperti tumpang tindih lahan dan kesulitan menjalin kemitraan dengan perusahaan sawit,” ujar Zeky.

Zeky juga mengungkapkan bahwa ada 16.800 desa sawit di Indonesia, dan 400 di antaranya telah bergabung sebagai anggota ADeSI. “Di desa kami, kami menjaga tata ruang berbasis hutan, lahan pertanian pangan, dan konservasi lingkungan,” tambahnya.

M. Fachri menyatakan bahwa desa-desa sawit memiliki potensi dan tantangan yang serupa, sehingga keberadaan ADeSI dapat mendorong replikasi keberhasilan dari satu desa ke desa lain. “Melalui wadah ini, kami berharap bisa menyebarkan kisah sukses yang dapat memperkuat desa-desa sawit di seluruh Indonesia,” katanya.

Menteri Yandri menyambut positif audiensi tersebut dan memberikan apresiasi atas inisiatif ADeSI. Ia juga menyatakan kesediaannya menjadi Ketua Dewan Penasehat ADeSI, serta berkomitmen mengunjungi Desa Tepian Langsat untuk melihat langsung potensi dan capaian desa sawit tersebut.

Yandri mendorong ADeSI untuk fokus pada pengembangan produk turunan sawit yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi desa. “Produk turunan ini bisa dijadikan beragam usaha yang dikelola BUMDes, seperti produk pangan, kosmetik, hingga energi terbarukan. Dengan hilirisasi sawit, kita juga dapat menjaga harga Tandan Buah Segar (TBS) tetap stabil,” jelas Yandri.

Di akhir pertemuan, Yandri menyampaikan harapannya agar desa seperti Tepian Langsat dapat menjadi contoh sukses dalam membangun kemitraan usaha sawit yang berdampak positif bagi masyarakat. “Saya ingin melihat keberhasilan ini secara langsung dan bagaimana modelnya bisa diterapkan di desa-desa lain,” tutupnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi strategis antara pemerintah dan ADeSI untuk mengoptimalkan potensi desa sawit di Indonesia.

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button