KutimSangatta

Outing Class SD IT Syekh Yusuf Sangatta Selatan, Kepsek Akui Kanal Park Sangatta Representatif

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID, KUTAI TIMUR – Murid-murid SD IT Syekh Yusuf Sangatta Selatan mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih efektif melalui kegiatan outing class di Kolam Renang Kanal Park Sangatta. Aktivitas itu bertujuan untuk memberikan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan interaktif bagi para siswa.

Dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) SD IT Syekh Yusuf Sangatta Selatan, Muhammad Ali, tujuan lainnya yakni menyelaraskan materi yang telah dipelajari di dalam ruangan dengan praktik. Apalagi materi hari itu adalah PJOK yang membutuhkan banyak praktik langsung.

“Kebetulan di sini kami sudah ada semacam MoU dengan tempat makanya dilakukan di sini praktiknya,” katanya pada Selasa (5/3), pagi.

Foto: Kepsek senam bersama para siswa sebelum praktik di kolam renang. (Arf/Jejak Khatulistiwa)

Pada pagi yang cerah itu, sebanyak puluhan murid mengikuti outing class di Kanal Park Sangatta. Diantaranya kelas dua 15 dan kelas tiga enam siswa. Kepsek sekaligus guru PJOK itu mengaku, sebetulnya aktivitas serupa sudah dilakukan pada bulan Januari 2024 lalu.

“Saat itu kelas satu dan empat, di materi kurikulim merdeka itu, ‘kan, sudah ada terkait berenang. Nah, untuk sekarang ini materinya tema tujuh buat kelas dua sama kelas tiga,” ujarnya.

Bilangnya lagi, materi di kelas dua itu terdiri dari menjala ikan kemudian permainan kucing dan tikus, keduanya merupakan praktik. Seluruh materi dipraktikkan di kolam sekaligus pada kesempatan tersebut, para siswa diajari cara berenang.

Ditanya mengapa memilih Kanal Park Sangatta sebagai lokasi outing class, ia mengakui bahwa tempatnya terbilang representatif. Ada beberapa kolam pilihan yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan praktik tertentu, mengingat siswa-siswi SD IT Syekh Yusuf Sangatta Selatan dalam proses belajar.

Foto: Kepsek praktik bersama para siswa di kolam renang Kanal Park Sangatta. (Arf/Jejak Khatulistiwa)

“Bagus dan luas, kita bisa memilih kolam mana yang cocok dengan anak. Biasanya itu anak takut dengan air pada saat kami bawa anak kelas satu itu mereka takut turun ke air. Jadi harus kita pegang dulu di tempat yang dangkal, setelah terbiasa kita arahkan ke kolam yang lain jadi banyak pilihan kalau di sini,” tandasnya.

Berdasar pantauan Jejak Khatulistiwa, guru-guru turut terlibat dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran. Mereka memberikan panduan dan pengawasan kepada setiap siswa untuk memastikan keselamatan dan keamanan selama beraktivitas di kolam renang.

Para murid pun tampak sangat antusias dan semangat mengikuti outing class. Tampak diantaranya saling berinteraksi dengan siswa sekelas, belajar bersama di kolam air, serta mendapatkan pengalaman yang baru. (JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
error: Content is protected !!