Kutai TimurKutimParlementerPemerintahanTerkini

Paripurna ke 41, Bupati Kutim Bacakan Pidato HUT Kutim ke 23 Tahun

JEJAKKHATULISTIWA.CO.ID – Rapat Paripurna ke 41 masa persidangan ke 1, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membacakan pidato dalam rangka memperingati hari jadi atau hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ke 23 tahun. Selasa (11/10/2022).
Hari jadi Kabupaten Kutim diperingati setiap tanggal 12 Oktober, tahun ini mengusung tema Magic Land Tema ini bermakna bahwa Kabupaten Kutai Timur merupakan tanah yang penuh dengan keajaiban yang diberikan oleh Allah SWT, mulai dari keindahan dan potensi kekayaan laut serta daratan, yang tentunya semua ini wajib disyukuri dan dimanfaatkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Dalam sambutannya atau pidatonya Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan Dinamika multidimensi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, memerlukan rumusan strategi dan kebijakan yang tepat, dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul dan harus dihadapi dengan tekad bersama melalui kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja fokus dan tuntas.

“Memaknai dan bercermin dari pelaksanaan pembangunan yang telah dirintis oleh pimpinan terdahulu, hendaknya kita bersyukur kepada Allah SWT. Bahwa pemimpin-pemimpin terdahulu telah meletakkan dasar yang kuat dan selalu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk melanjutkan pembangunan, mengingat tantangan yang dihadapi akan semakin berat,” ucapnya dihadapan para tamu undangan di Ruang Rapat Sidang Utama DPRD Kutim.

Memasuki tahun ke 2 masa pemerintahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2016-2021, tema pembangunan Kabupaten Kutai Timur adalah “Peningkatan Infrastruktur Dasar Untuk Mendukung Daya Saing Ekonomi Daerah”. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, memberikan panduan dalam pengendalian pembangunan jangka menengah daerah, sehingga semua bidang pembangunan dapat tumbuh secara harmonis, serasi, selaras dan seimbang serta berkeadilan.

“Pada RPJMD Kabupaten Kutai Timur Tahun 20162021, kami berkomitmen untuk menjaga kesinambungan dan keselarasan antara rencana pembangunan jangka menengah dengan rencana pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi daerah pasca pandemi kata Ardiansyah Sulaiman, memperlihatkan kecenderungan mengalami perbaikan. Pada tahun 2021 mencapai terjadi koreksi positif dibandingkan tahun 2020 yaitu dari -3,21 menjadi -1,01. Kondisi ini juga didukung dengan meningkatnya pertumbuhan investasi daerah dari Rp. 3,01 triliun menjadi Rp. 8,9 triliun.

Sementara, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur menunjukkan peningkatan positif dari tahun 2020 sebesar -3,01 menjadi -1,01 di tahun 2021, pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) indikator komposit dari pembangunan sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli, meningkat dari
73,00 persen pada tahun 2020 menjadi 73,81 persen tahun 2021, Indeks Pembangunan Desa mengalami peningkatan dari 63,90 pada tahun 2020 menjadi 65,94 pada tahun 2021, dengan desa tertinggal hanya menyisakan 5 desa, 112 desa berkembang dan 22 desa mandiri. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), tahun 2020 2,02 mengalami penurunan menjadi 1,64 tahun 2020, hal ini menunjukkan peningkatan rata-rata pendapatan penduduk, mengindikasi penurunan kesenjangan pengeluaran dari penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Indikator kesehatan masyarakat Kabupaten Kutai Timur dengan Angka Harapan Hidup (AHH) yang meningkat, dari 73,16 persen pada tahun 2020 menjadi 73,46 persen tahun 2021, Indikator pendidikan masyarakat Kabupaten Kutai Timur dengan Angka Rata-Rata Lama Sekolah yang mengalami peningkatan dari 9,19 persen tahun 2020 menjadi 9,43 persen tahun 2021, Indikator pendidikan masyarakat Kabupaten Kutai Timur dengan Angka Rata-Rata Lama Sekolah yang mengalami peningkatan dari 9,19 persen tahun 2020 menjadi 9,43 persen tahun 2021.

Dalam bidang pembangunan infrastruktur terutama jalan, air bersih dan listrik terus mengalami peningkatan seperti, panjang jaringan jalan di wilayah Kabupaten Kutai Timur adalah sepanjang 1.789,31 kilometer terdiri atas Jalan Negara 377,55 kilometer, Jalan Provinsi 285,00 km dan Jalan Kabupaten sepanjang 1.105,76 kilometer. Dari panjang jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Kutai Timur tahun 2021 telah dilakukan peningkatan dan pemeliharaan sepanjang 34,01 kilometer dengan proporsi jalan mantap sebesar 51,48 persen, panjang Jalan Permukiman yang disemenisasi sepanjang 8.420 meter dan yang dilakukan penimbunan sepanjang 3,570 meter

Hingga saat ini PERUMDA Air Minum melayani 18 kecamatan yang terdiri dari 51 desa di daerah Kabupaten Kutai Timur dengan cakupan pelayanan teknis mencapai 67,22 % dari 274.361 jiwa jumlah penduduk di wilayah desa pelayanan. Melalui program PAMDES dan PAMSIMAS, IPA berbasis Pemberdayaan Masyarakat, telah terbangun PAMDes 30 unit di 30 desa dan PAMSIMAS 38 desa. Pada tahun 2021 dilakukan pengembangan jaringan PAMDES untuk memaksimalkan fungsi layanan kepada masyarakat. Jumlah Rumah Tangga (RT) yang Teraliri Listrik tahun 2021 Sebesar 103.575 Rumah Tangga Meningkat Menjadi 104.783 Rumah Tangga (Per- Agustus 2022).

Rasio Elektrifikasi Rumah Tangga tahun 2021 sebesar 81,60 persen meningkat menjadi 86,166 persen tahun 2022, per-Agustus 2022 dan 13,834 persen sisanya masih memanfaatkan ekses listrik Non PLN, yaitu seperti genset desa yang dikelola BUMDES dan PLTS, sehingga Rasio Elektrifikasi keseluruhan telah mencapai 99,99 persen.

Pembangunan Bidang Pertanian dalam arti luas, pada subsektor tanaman pangan ditunjukkan oleh produktivitas beberapa komoditas unggulan seperti
Padi sawah tahun 2021 produktivitas 45,00 Kw/Ha, meningkat dibanding tahun 2020 yaitu 35,50 Kw/Ha, Padi ladang tahun 2020 produktivitas 26,10 Kw/Ha meningkat pada tahun 2021 menjadi 26,15 Kw/Ha, Jagung tahun 2021 produktivitas 55,00 Kw/Ha meningkat dari tahun 2020 sebesar 39,00 Kw/Ha, Ubi Kayu tahun 2021 produktivitas 270,2 Kw/Ha.

Ditengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, dalam Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelaksanaan Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Berhasil memperoleh beberapa penghargaan sebagai berikut,

1. Penghargaan Komitmen Daerah dalam Penyediaan Air Minum Daerah.
2. Universal Healt Coverage (UHC) tahun 2021.
3. Kategori Pratama untuk Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2021.
4. Capaian pelayanan KB Tingkat Kabupaten/Kota Pada Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor.
5. Panji Keberhasilan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Timut Tahun 2021 Bidang Hortikultura, Bidang Perkebunan, Penyelenggaraan Air Minum, Tata Kelola Kearsipan, Bidang Trantibun Umum Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan.

6. Penghargaan Bidang Bina Ideologi Wasbang, dan Kewaspadaan Tahun 2022.
7. Penghargaan Markplus Toursm Sebagai Reservoir Genetik Untuk Sumber Daya Genetik Dan Sumber Cadangan Benih Yang Tinggi Tahun 2022.

8. Penghargaan TP.PKK Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 Pada Bidang HKG ke 50 dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), Bidang Dasa Wisma, Bidang Penyuluhan dan Pola Asuh Anak dan Remaja, Bidang Penyuluhan Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi.
9. Penghargaan Pada Bidang Pendidikan Sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022, adapun sekolah yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah SDN 001 Teluk Pandan, SDN 015 Bengalon, SD Dharma Utama Muara Wahau, SMP Dharma Utama Muara Wahau, dan SMAN 2 Sangatta Utara.

Selain pencapaian keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Kabupaten Kutai Timur Masih menghadapi beberapa isu penting dalam pembangunan, meliputi,

1. Persoalan konektivitas antar wilayah, yaitu masih adanya jaringan jalan dalam kondisi rusak dan rusak berat
2. Belum optimalnya penataan permukiman terutama jalan lingkungan dan sistem drainase kawasan perkotaan
3. Masih terbatasnya aksesibilitas pelayanan kesehatan rujukan khususnya bagi masyarakat di beberapa kecamatan terpencil
4. Masih terdapatnya desa-desa di dalam kawasan hutan, adanya inkonsistensi regulasi yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam hal Peta Penunjukkan Kawasan Hutan, dan Isu Pengembangan Bandara Sangkima

5. Masih terbatasnya jumlah prasarana pendukung telekomunikasi berupa menara telekomunikasi (BTS Tower) untuk daerah terpencil dan terisolir
6. Kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, akses air bersih dan cakupan elektrifikasi di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur yang masih terus ditingkatkan
7. Proses hilirisasi (downstream process) produk sektor pertanian belum secara optimal diupayakan, hal ini akan berpengaruh pada pengembangan sektor agribisnis dan agroindustri dalam rangka pencapaian visi Kabupaten Kutai Timur
8. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang berkontribusi pada besaran APBD masih harus dioptimalkan;

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa pemecahan masalah pada isu-isu penting tersebut memerlukan komitmen penuh dan kerjasama yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam menyusun dan melaksanakan strategi yang efektif untuk mengatasi isu-isu tersebut,” pungkasnya.

Salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam membangun infrastruktur adalah melalui pembangunan infrastruktur dengan skema tahun jamak (multyyears contract) yang akan dimulai pada tahun 2023 hingga tahun. 2024. Pembangunan Infrastruktur tersebut meliputi,

Bidang Perhubungan, percepatan penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan Sangatta Utara. Bidang Bina Marga, peningkatan jalan dan pembangunan jembatan. Bidang Cipta Karya, pembangunan IPA dan jaringan air bersih di kawasan pedesaan serta optimalisasi SPAM. Bidang Sumber Daya Air, peningkatan drainase perkotaan untuk penanggulangan bencana banjir.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kedepan tetap berupaya memenuhi kebutuhan dasar lainnya, diantaranya di bidang pendidikan dan kesehatan. Tahun 2022 kita dalam proses membangun Rumah Sakit Tipe D di wilayah Kecamatan Muara Bengkal. Hal ini kita lakukan dalam rangka lebih mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kita yang berada di wilayah hulu diantaranya Kecamatan Muara Bengkal, Kecamatan Muara Ancalong, Kecamatan Busang, dan kecamatan Long Mesangat,” tukasnya.

Kemudian pada tahun 2022, Pemkab Kutim akan memulai memberikan fasilitas beasiswa pendidikan melalui program Kutim Tuntas. Dirinya berharap bahwa tidak ada lagi masyarakat Kutai Timur yang tidak mampu melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, dikarenakan alasan pembiayaan pendidikan Kutim Tuntas.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, terus menggenjot pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) yang akan memperkuat pengembangan sektor agribisnis dan agroindustri. Dalam perkembangan terakhir, Kawasan Pelabuhan Maloy akan dikelola oleh PT Samudera Indonesia, dan di kawasan KEK-MBTK, telah beberapa perusahaan melakukan investasi diantaranya PT PALMA. Diharapkan hal ini akan menjadi pemicu pertumbuhan Kawasan Industri Oleochemical Maloy yang akan memberikan keunggulan kompetitif bagi Kabupaten Kutai Timur.

“Dalam hal pembangunan industri pariwisata, Insha Allah pada tahun 2024 kita akan menghelat acara “SAIL SANGKULIRANG” yang merupakan acara berkelas internasional. Kita akan memperkenalkan Kutai Timur dimata dunia, karena KUTAI TIMUR adalah ” MAGIC LAND”, tanah yang diberikan limpahan keindahan yang ada di bawah laut, di pantai, dan di daratan. Oleh karena itu, tahun 2022, kita akan memulai tahapan untuk membangun infrastruktur pendukung pariwisata dalam menyambut tamu dunia pada perhelatan “SAIL SANGKULIRANG 2024,” tandasnya. (JK)

Editor

Menyajikan berita yang aktual dan terpercaya

Related Articles

Back to top button